apakah fungsi penataan komposisi penari

Selamatdatang kembali di AhzaaNet. Pada kesempatan ini kita akan lanjutkan seri latihan soal mapel seni budaya khususnya untuk kelas 7 SMP/ MTs semester 2 bab 14 tentang Menampilkan Level dan Pola Lantai pada Gerak Tari setelah sebelumnya saya post tentang latihan soal seni budaya kelas 7 SMP/ MTs semester 2 bab 13 tentang Level dan Pola Lantai Waktutergantung dari cepat lambatnya (tempo) penari dalam melakukan gerakan, panjang pendeknya ketukan (ritme) penari dalam bergerak dan lamanya (durasi) penari melakukan gerakan. Unsur Komposisi Tari. Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bagaimana memilih dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari. 34 Fungsi dan tugas dari pimpinan untuk mengetahui sampai dimanakah program atau rencana yang telah ditetapkan dilaksanakan adalah tujuan dari fungsi . A. organizing B. actuating C. controlling D. planning E. finisisasi. 35. Untuk penataan rias panggung tertutup dianjurkan supaya tata rias . A. Lebih tegas dan terang garis-garisnya Mempertimbangkanjumlah penari dalam komposisi kelompok dapat dibedakan dengan penari jumlah gasal dan genap.pertimbangan tersebut sangat terkait dengan kebutuhan pusat perhatian dalam garap koreografinya, misalnya : dua pusat perhatian (focus on two points) dari enam penari, terdiri 1-5, lihat gambar 1. Gb. two points (photo : Rio) 11 Hasilinilah yang akan digarap oleh kalian pada tahap komposisi tari. Komposisi, yaitu tujuan akhir mencari gerak untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak yang kamu temukan. Fungsi Tari. Apakah tari kreasi atau tari secara umum memiliki fungsi? Menurut Soedarsono (1998 dalam Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 119), fungsi tari adalah: Sebagai upacara, Site De Rencontre Numero De Telephone. Agar terlihat indah dan rapimaaf kalau ada yang salahtolong beri jawaban terbaik - Seni tari tercipta dari dasar gerak tubuh. Manusia, dapat mengeksplorasi tubuhnya untuk dicipta menjadi sebuah karya tari. Kegiatan penciptaan karya tari sering disebut sebagai “koreografi”. Makna koreografi, dalam dunia tari sering dipertukarkan dengan kata “komposisi”, yakni proses meracik, mengatur, dan menata bagian-bagian sedemikian rupa sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Dalam tari, mengatur komposisi berarti menyusun dan menampilkan karya tari yang memuat makna, baik menciptakan karya baru maupun merombak sebuah karya tari dengan memadukan unsur-unsur yang ada. Menurut Sal Murgiyanto seperti dikutip Edi Sedyawati dalam Pengetahuan Elementer Tari dan Berbagai Masalah Tari 1986, ada dua langkah dalam menyusun karya tari. Pertama, dengan menggunakan pola-pola gerak tari tradisi yang sudah ada sebelumnya. Pendekatan ini biasanya disebut “penyusunan dan penataan” karena hanya bersifat mengatur dan menyesuaikan adegan tanpa mengubah perbendaharaan gerak serta iringan tari. Sementara kedua, pencarian gerak baru dan dapat bertolak pada sumber gerak yang terdapat di alam sekitar kita. Pola ini disebut penciptaan, karena adanya perubahan dan pengembangan perbendaharaan gerak sesuai dengan kreativitas penata tari koreografer.Menyusun Karya Tari Konsep dalam menyusun karya seni tari sangat penting agar penataan gerak dapat dilakukan secara tertata dan rapi sesuai yang diinginkan. Secara umum, dalam tari, konsep dibagi menjadi tiga bagian menentukan gerak, konsep musik, serta kostum dan properti Sebagaimana merangkumbuku paket Seni Budaya Kelas IX 2015, berikut ini penjelasannya a. Menentukan Gerak Gerak adalah bahan baku utama tari. Untuk itu, sebelum membuat sebuah karya tari, kita harus menentukan gerak terlebih dahulu. Pertama-tama, buatlah gerakan untuk tari tunggal. Jika dirasa gerakan tarinya sudah baik, kembangkan menjadi gerak tari berpasangan atau berkelompok. Dalam menyajikan sebuah tarian, perhatikan dan terapkan hal-hal berikut Penguasaan materi gerak dan ekspresi yang akan ditarikan; Ketepatan gerak dengan iringan; Penguasaan ruang pentas; Rasa percaya diri. Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, barulah dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap. b. Membuat Aransemen Musik Musik merupakan pengiring dalam sebuah tarian. Musik dan tari, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya musik, tempo dapat diatur dalam satu gerakan, memberikan suasana dalam tarian baik suasana sedih, gembira, tegang ataupun marah. Tujuan pemilihan dan penggunaan musik dalam menyusun karya tari di antaranya sebagai berikut Memberi irama membantu mengatur waktu; Memberi ilustrasi atau gambaran suasana; Membantu mempertegas ekspresi gerak; Rangsangan bagi penari. c. Mendesain dan Menentukan Kostum serta Properti Tari Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting dalam menyusun karya tari kontemporer adalah mendesain dan menentukan kostum serta properti. Keduanya akan memberikan nilai eksentrik dan pastinya akan menambah keindahan dari tari yang dibawakan. Mendesain Kostum Tari Kostum adalah busana atau semua kebutuhan sandang yang dikenakan pada tubuh penari di atas pentas yang sesuai dengan peranan yang dibawakan. Dalam menyusun karya tari, tata busana dalam tari haruslah sesuai dengan konsep garapan yang akan ditampilkan, baik desain busana maupun warnanya. Adapun yang harus diperhatikan dalam penataan busana tari, antara lain sebagai berikut Memerhatikan efek lampu serta penyusunan komposisi warna. Kemungkinan-kemungkinan terhadap kesesuaian gerak penari dengan karakter dan peranannya. Harus memperhitungkan jarak antara panggung dan penontonnya. Menentukan Properti Tari Selanjutnya, dalam menyusun karya tari gaya kontemporer, juga harus memilih properti yang tepat. Properti seni tari merupakan segala kelengkapan dan peralatan dalam penampilan atau peragaan menari. Properti tari dapat dibuat menggunakan bahan dasar berupa kain, kayu, besi, plastik, tembaga, atau kulit. Berikut ini properti tari yang dibuat dari beberapa bahan Properti dari kain selendang, sapu tangan, topi, dan pita. Properti dari kayu tongkat, tombak, bambu runcing. Properti dari besi pedang, tameng. Properti dari plastik payung, tali. Properti dari tembaga kalung, kelat bahu, cunduk mentul atau kembang goyang, tusuk konde. Properti dari kulitsepatu, ikat pinggang, topi, jaket. Properti dari kertas atau bulu kipas, payung. Baca juga Bagaimana Susunan Manajemen Pertunjukan Tari dan Apa Saja Tugasnya? Mengenal Tokoh-Tokoh Seni Tari Tradisional di Indonesia Apa Saja Unsur Seni Tari Serta Jenis dan Fungsinya? Pengertian Seni Tari Modern Sejarah, Fungsi, Contoh, & Jenisnya - Pendidikan Kontributor Ahmad EfendiPenulis Ahmad EfendiEditor Alexander Haryanto Perbesar Anggota Perempuan Pelestari Budaya Indonesia menari Bali dalam Fashion Show Virtual di Jakarta, Sabtu 21/11/2020. Acara ini bertemakan BalikemBali bertujuan eksplorasi yakni mengangkat kembali minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Bali. Fanani1. Wiraga Unsur-unsur tari ada raga atau disebut wiraga. Unsur-unsur tari ini memiliki artian, bahwa penari wajib menampilkan gerakan badan pada posisi duduk maupun berdiri. Wiraga di ambil dari Bahasa Jawa yang artinya adalah raga, dan dikenal sebagai gerakan tari. Pada saat menari, para penari harus menonjolkan seluruh gerakan tubuh yang ritmis, dinamis, dan estetis. Seni tari memiliki gerak murni yang tariannya tidak memiliki maksud tertentu. Memiliki gerak maknawi yang gerakannya memiliki maksud dan tujuan tertentu. Setiap gerakan dari unsur-unsur tari yang dibawakan penari, memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh penonton atau penikmat tari. Contoh unsur-unsur tari adalah saat penari memutar pergelangan tangan, artinya penari tersebut menunjukkan keluwesan. Sedangkan gerakan berdecak pinggang yang dilakukan penari lelaki, memiliki arti wibawa atau kekuasaan. 2. Wirama Seni tari memiliki unsur-unsur tari irama, yang artinya setiap gerakan tari harus bersifat ritmis sesuai dengan alunan musik yang mengiringinya. Irama atau musik yang digunakan dalam unsur-unsur tari tari, biasanya berasal dari rekaman lagu atau langsung dari instrumen musik yang dibawakan oleh pemusik. Namun di dalam beberapa tarian, gerakan unsur-unsur tari bisa dilakukan dengan mengikuti irama dari tepukan tangan, hentakan kaki, hitungan maupun nyanyian yang dibawakan penari. Musik atau irama yang ada dalam unsur-unsur tari, bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis dan sesuai dengan makna tarian tersebut. 3. Wirasa Unsur-unsur tari berupa wirasa atau rasa, memiliki arti bahwa tarian tersebut bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan, dari setiap gerakan yang dibawakan oleh penari. Pesan perasaan ini akan tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh penari. Bagi seorang penari, unsur-unsur tari berupa penjiwaan dan ekspresi wajah saat menari sangatlah penting. Jika seorang penari mendapatkan karakter sebagai perempuan, maka ia harus menari dengan gerakan lemah gemulai, dan mimik wajah yang ramah. Unsur-unsur tari wirasa ini harus menyatu dengan irama yang dibawakan pada saat menari. Contoh unsur-unsur tari adalah pada saat iramanya sedih, penari juga harus memasang wajah yang sedih, agar pesan dari tarian tersebut tersampaikan pada penikmat seni tari. Yang dimaksud kostum atau busana tari adalah busana / kostum atau semua kebutuhan sandang yang dikenakan pada tubuh penari di atas pentas yang sesuai dengan peranan yang dibawakan. Tata busana dalam tari haruslah sesuai dengan konsep garapan yang akan ditampilkan baik desain busana maupun warnanya misalnya Anoman busananya putih. Yang harus diperhatikan dalam penataan busana tari antara lain 1. Memperhatikan efek lampu serta penyusunan komposisi warna. 2. Kemungkinan-kemungkinan terhadap kesesuaian gerak penari dengan karakter dan peranannya. 3. Harus memperhitungkan jarak antara panggung dan penontonnya. Pada prinsipnya kostum tari tidak dapat dipisahkan dengan rias atau make up. Tata rias dalam tari sangat berbeda dengan rias sehari-hari, karena rias dalam pagelaran tari bukan hanya sekedar mengubah wajah penari supaya kelihatan lebih tampan atau cantik, akan tetapi harus benar-benar disesuaikan dengan peranan yang akan dibawakan oleh penari tersebut. Tidak jarang, seorang penari yang sehari-harinya sudah cantik malahan diperjelek, karena memerankan seorang yang sudah tua. Rias dan busana dalam seni tari meliputi 1. Rias Baku Rias yang tidak bisa diubah / dikreasi, biasanya digunakan untuk tari yang mengambil dari tokoh wayang. Contoh Tari Gatutkaca, Tari Srikandhi Mustakaweni, Tari Anoman. 2. Rias Tidak Baku Rias yang bisa diubah / dikreasi, biasanya digunakan untuk tari tradisi kreasi atau tari kreasi baru. Contoh Tari Pang-Pung, Tari Kipas dan lain sebagainya. Dengan demikian penataan rias dan busana pada tari meyesuaikan dengan jenis tariannya, dengan melihat rias busana dan penari, penonton dapat menangkap suatu makna dari jenis tari yang dibawakan. Adapun fungsi rias dan busana dalam seni tari adalah 1. Sebagai pelengkap pendukung yang dapat memberi keindahan. 2. Membantu menghidupkan perwatakan atau karakter penari 3. Menjaga dan memberi nilai tambah pada segi estetika Sumber Buku Kesenian Daerah kelas 8 dengan penggubahan seperlunya di Page 2 Jawaban1. Level adalah tingkatan posisi penari dlam melakukan gerak tari. Pola lantai adalah garis-garis yang dilalui penari pada lantai yang membentuk pola A. Auditorium merupakan fasilitas utama dalam kegiatan rapat terbuka sivitas akademika terutama untuk upacara wisuda dan dies natalis. Di samping itu auditorium juga digunakan sebagai sarana kegiatan ilmiah antara lain stadium general, seminar, workshop pendidikan dan kegiatan stage adalah sebuah area untuk berkreasi dalam membuat animasi yang akan digunakan untuk mengkomposisikan frame-frame secara individual dalam sebuah Teater terbuka atau arena adalah pentas yang meniadakan batas pemisah antara pemeran dengan penonton. Daerah pemain di tengah, dan penonton berada di sekelilingnya. Bentuk ini merupakan bentuk yang paling Fungsi utama musik sebagai pengiring tari adalah untuk memberikan tuntunan irama, ketukan, atau tempo. Sehingga pemilihan musik pengiring harus disesuaikan dengan irama dan tema tarian. Selain itu, terkadang musik pengiring digunakan untuk memperjelas tema Fungsi tata rias dan tata busana dalam budaya tari nusantara adalah untuk menunjukkan tokoh dan karakter dapat divisualisasika dengan keunikan dan kekhasan dari tata rias dan tata busananya. Menvisualisakan tata rias dan tata busana juga adalah dengan menunjukkan tokoh yang diperankan dan watak tokoh yang Fungsi Tata Busana1. Memperjelas tema tari. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema Membantu menghidupkan karakter dan peran penari. Artinya busana yang dikenakan penari sudah menunjukkan siapa dia sesungguhnya, umurnya, kebangsaannya, status sosialnya, Membantu ekspresi penari dalam melakukan gerak tari. Artinya penari harus dapat membawakan tari tanpa terganggu oleh Memberikan nilai tambah pada segi estetika dan etika. Tarian yang dibawakan dengan tata busana yang baik tentunya akan lebih indah dan menarik untuk Tata Rias1. Menyempurnakan penampilan wajah. Penyempurnaan wajah dilakukan pada penari yang tidak sesuai dengan karakter tari yang di Membantu menunjukkan perwatakan atau karakter penari. Tata rias berfungsi melukiskan watak tarian dengan mengubah tampilan wajah penari menyangkut aspek usia, ras, bentuk wajah. 3. Memberi efek gerak pada ekspresi wajah seorang penari diatas panggung, karena tampilan penari tampak datar ketika tertimpa cahaya lampu. Oleh karena itu dibutuhkan tata rias untuk menampilkan dimensi wajah Memperjelas garis-garis wajah penari untuk mengekspresikan gerak-gerak tari. Fungsi garis tidak sekedar menegaskan, tetapi juga menambahkan sehingga terbentuk tampilan yang berbeda dengan wajah asli Memberi nilai tambah keindahan karya tari. Dengan tata rias yang baik tentunya akan menambah keindahan karya tari yang sebagai pembentuk karakter atau watak; dan2. sebagai pembentuk tokoh. Pembentukan karakter atau watak dan tokoh dapat dilihat pada tata rias wajah yang digunakan dan juga busana yang jadikan jawaban tercerdas ya 100% found this document useful 13 votes47K views11 pagesOriginal TitleKOMPOSISI TARICopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 13 votes47K views11 pagesKomposisi TariOriginal TitleKOMPOSISI TARIJump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesOriginal TitleKOMPOSISI TARICopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesKomposisi TariOriginal TitleKOMPOSISI TARIJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

apakah fungsi penataan komposisi penari